Membedah Anatomi Sengketa Pekerjaan Konstruksi

Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung

Media release

Membedah Anatomi  Sengketa Pekerjaan Konstruksi

Oleh: Hamdi Alfansuri dan Bimastyaji Surya Ramadan (ed)

Pada 24 Februari 2017 telah dilaksanakan Sidang Promosi S3 oleh Dr. Felix Hidayat dengan judul disertasi “Anatomi Sengketa Kontruksi di Indonesia”. Tim promotor: Ir. Biemo W. Soemardi, MSE, Ph.D; Ir. Reini D. Wirahadikusumah, MSCE, Ph.D; Prof. Dr. Bernadette M. Waluyo, SH., MH., CN.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset ini sepenuhnya menjadi milik Dr. Felix Hidayat dan tim promotor.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan pesan ke surel berikut hidayat [@] unpar [.] ac [.] id

Tahukah Anda, berapa kerugian yang ditimbulkan dari sengketa konstruksi? Waktu penyelesaian sengketa membuat proses konstruksi menjadi jauh lebih lama dari waktu kontrak yang disepakati. Selain itu, sengketa konstruksi mengakibatkan tidak optimalnya sumber daya dan juga pembiayaan yang rawan melebihi dana yang dianggarkan.

Klaim, konflik dan sengketa konstruksi merupakan hal yang umum terjadi pada proyek konstruksi. Klaim muncul ketika permintaan dari satu pihak kepada pihak lain tidak terfasilitasi. Hal ini dapat menimbulkan konflik dan pada akhirnya berujung sengketa. Sengketa yang terjadi pada proyek konstruksi merupakan hal yang merugikan bagi pihak-pihak yang bersengketa. Maka dari itu, upaya untuk mencegah terjadinya sengketa merupakan tantangan bagi pelaku industri jasa kontruksi. Pada umumnya metode yang digunakan masih mengacu pada pengetahuan dan pengalaman personal, belum didukung oleh kerangka kerja dengan metode yang telah teruji.

Gambar 1 Anatomi Korupsi pada Proyek Konstruksi

Dr. Felix Hidayat dalam penelitian ini mencoba membedah anatomi sengketa konstruksi di Indonesia yang membagi menjadi tiga bagian: anatomi penyebab sengketa konstruksi, anatomi proses sengketa konstruksi dan anatomi penyelesaian sengketa konstruksi. Gambaran anatomi yang dihasilkan dapat membantu dalam memahami dan mempelajari pengetahuan tentang sengketa konstruksi sehingga dapat memberi arahan untuk meminimalkan jumlah sengketa yang dapat dimunculkan.

Pembaharuan dalam penelitian ini adalah pembahasan yang lebih komprehensif membahas seputar anatomi penyebab, proses dan penyelesaian sengketa konstruksi yang ada. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang sudah ada, misal oleh Pang (2011) yang menggambarkan anatomi dengan meninjau aspek dari penyebab sengketa konstruksi. Selain itu penelitian ini juga merincikan berdasarkan jenis bangunan yang mengalami sengketa konstruksi seperti bangunan sederhana, bangunan kompleks, bangunan infrastruktur dan bangunan industri.

Dr. Felix Hidayat melakukan analisis kasus sengketa konstruksi melalui dokumen putusan pengadilan untuk mendapatkan bentuk dasar dari anatomi sengketa konstruksi dan menguji pola yang terbentuk berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi. Penelitian ini menggunakan 400 sampel kasus konstruksi lalu dianalisis 14 kasus perdata yang dapat mewakili seluruh jenis proyek dengan penyelesaian ligitasi dan non ligitasi. Penyelesaian ligitasi yang dimaksudkan adalah gugatan yang diajukan oleh pihak penggugat melalui pengadilan.

Hasil pembedahan anatomi sengketa konstruksi diketahui secara umum terjadi di tingkat ligitasi melibatkan pihak pribadi memiliki proyek berbadan hukum dan pihak kontraktor swasta lokal berbadan hukum, khusus untuk jenis proyek kompleks dan infrastruktur didominasi oleh pihak pemerintah dan untuk jenis proyek sederhana pengguna jasa didominasi oleh pengguna jasa perorangan.

Indikator penyebab terjadinya sengketa pada umumnya dikarenakan waktu penyelesaian pekerjaan terlambat di luar kontrak dan pengguna jasa tidak memenuhi kewajiban pembayaran prestasi (capaian pengerjaan proyek) kepada kontraktor. Selain itu apabila membedah anatomi proses sengketa, diketahui secara umum sengketa terjadi pada saat prestasi pekerjaan memasuki tingkat akhir. Maka dari prestasi tersebut, sengketa seringkali muncul seiring dengan adanya klaim-klaim sebelum sengketa terjadi. Pada jenis proyek bangunan sederhana, diketahui rata-rata prestasi saat terjadi sengketa sudah mencapai angka 75% dan terkecil pada jenis proyek bangunan infrastruktur yang juga sudah melebihi capaian 57% pengerjaan.

Untuk anatomi penyelesaian sengketa, pada umumnya sengketa yang diselesaikan di tingkat ligitasi, mengalami banding. Selain itu pihak yang memiliki inisiatif membawa kasus ke tingkat ligitasi adalah pihak penyedia jasa terutama pada proyek bangunan infrastruktur. Sedangkan di tingkat banding, pihak pengguna jasa memiliki inisiatif lebih pada jenis proyek bangunan sederhana dan bangunan kompleks. Untuk rasio waktu penyelesaian sengketa terhadap waktu kontrak terbesar pada jenis bangunan sederhana yang rata-rata memakan waktu 11 kali lebih lama dari waktu kontrak semestinya. Dan waktu tersingkat pada jenis proyek bangunan infrastruktur yang rata-rata menghabiskan waktu 2,6 kali dari waktu kontrak yang disepakati di awal.

Penggambaran anatomi penyebab sengketa konstruksi dapat memberikan pengetahuan bahwa setiap jenis proyek konstruksi memiliki karakteristik berbeda – Dr. Felix Hidayat

Melalui hasil penelitian ini, anatomi sengketa konstruksi yang dibentuk telah menghasilkan gambaran yang lebih lengkap dan fleksibel dengan penambahan aspek proses dan penyelesaian sengketa dibandingkan dengan anatomi sebelumnya. Selain itu gambaran anatomi secara umum dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi kelemahan-kelemahan kontrak yang digunakan saat ini, sehingga dapat direkomendasikan perbaikannya dan dapat juga digunakan sebagai rekomendasi perbaikan standar kontrak yang berlaku di Indonesia. []

————————————————————————————————

Dr. Felix Hidayat dilahirkan pada 27 Februari 1982 di Bandung. Beliau memperoleh gelar sarjana teknik pada tahun 2004 di Program Studi Teknik Sipil Fakultas teknik, Universitas Katolik Parahyangan dan pada tahun 2007 meraih gelar master di Universitas yang sama. Sejak tahun 2008 penulis menjadi anggota staf pengajar di Program Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan.

Beberapa publikasi yang telah dan sedang diterbitkan terkait hasil disertasi:

Jurnal Internasional

Hidayat, F., Soemardi, B.W., Wirahadikusumah, R.D., dan Waluyu, B.M. (2016), Comparative Analysis of Standard Contract Fidic Red Book and Regulation in Indonesia, Journal of Contruction in Developing Countries (Submitted manuscript)

Prosiding Seminal Internasional

Hidayat, F., Soemardi, B.W. (2016) The Development of Anatomy of Contruction Dispute In Indonesia, ASEA-SEC3 : The Third Australasia and South-east Asia Structural Engineering and Construction Conference, 2016.

Hidayat, F., Mulyanto, S. (2016), Analysis Characteristic of Corruption in Construction Project In Indonesia, SICEST (Sriwijaya International Conference on Engineering, Science, and Technology)-Matec Web of Conference (Edp Science-France), 2016 Terindeks Scopus.