Bencana sunyi di Semarang (bagian 2)

Sebagai kelanjutan artikel Bencana sunyi di Semarang (bagian 1), berikut adalah hasil wawancara kami dengan Bu Dwi Sarah (DS), kandidat doktor dari Prodi Teknik Geologi, FITB.

Bukankah Semarang sudah sering diteliti. Kenapa kok anda masih berminat melakukan riset di Semarang?

DS:

Amblesan tanah di Kota Semarang sudah banyak sekali diteliti sebelumnya, khususnya mengenai monitoring laju amblesan (leveling, GPS, citra inSAR multi temporal) dan pengaruh faktor antropogenik yang menyebabkan amblesan tanah.

Fakta bahwa dataran rendah Semarang- Demak dulu berupa laut dan belum lama tersedimentasi (sekurangnya 500 tahun yang lalu) menarik untuk diteliti. Endapan aluvial berumur muda ini berpotensi untuk mengalami penurunan secara alami, selain itu bagaimana karakteristik dan prilakunya belum pernah diteliti sebelumnya.

Jadi menurut anda, apakah dataran rendah Semarang berpotensi tenggelam seluruhnya? Kalaupun terjadi kapan perkiraan anda?

DS:

Dengan laju amblesan yang cukup tinggi saat ini (monitoring GPS: 1-10 cm/tahun, Abidin dkk., 2012) , yang melebihi laju kenaikan muka laut, ada kemungkinan genangan di dataran Kota Semarang akan meluas. Saat ini saya masih melakukan pemodelan numerik untuk menghitung laju amblesan, sehingga hasilnya belum konklusif.

Saya sempat baca dalam abstrak seminar Anda, katanya ada lapisan yang airtanahnya lebih asin dari sekitarnya, itu kenapa ya? Dan apakah itu mempengaruhi proses penurunan tanah?

DS:

Dataran Semarang- Demak dulu merupakan laut, sehingga lapisan airtanahnya ada yang bersifat asin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan yang bersifat asin mengalami penurunan lebih cepat dari lapisan yang bersifat tawar.

Menyimak hasil wawancara singkat di atas, menarik bukan, bahwa pengembangan wilayah sangat perlu juga memperhatikan kapasitas daya dukung lingkungan. Untu kesimpulan akhirnya, kita masih harus menunggu hasil riset Bu Dwi Sarah.

Salam,

@dasaptaerwin

 

Gambar 1. Kemajuan garis pantai dataran Semarang 1847-1991 (Tobing dkk.,2000)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar .2. Penampang Barat -Timur (Sumber data laporan teknis Badan Geologi dan LIPI: Soebowo dkk.,2013; Pramudyo dan Soedarsono, 2012; Pramudyo dan Kusuma, 2011; Kusuma, 2010)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Peta Geologi Kota Semarang dan sekitarnya (Thaden dkk, 1996) dan titik investigasi

Referensi:

 

  1. Thaden, R.E., Sumadirja, H., dan Richards, P.W. (1996): Peta Geologi Lembar Magelang-Semarang, Jawa. Direktorat Geologi, Bandung.
  2. Tobing, M.H.L, Syarief, E.A., dan Murdohardono, D. (2000): Penyelidikan Geologi Teknik Amblesan Daerah Semarang dan Sekitarnya, Propinsi Jawa Tengah.Direktorat Geologi Tata Lingkungan
  3. Soebowo,E., Sarah, D., Satriyo.,N.A., Wafid, M. dan Wirabuana.,T (2013): Kajian geologi teknik amblesan Kota Semarang, Laporan Teknis Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
  4. Pramudyo, T. dan Kusuma WB. (2011): Evaluasi Geologi Teknik Amblesan Tanah Daerah Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Badan Geologi, Bandung.
  5. Pramudyo,T. dan Soedarsono, U (2012): Monitoring geologi teknik penurunan tanah di daerah Semarang Provinsi Jawa Tengah, Badan Geologi, Bandung.
  6. Kusuma, W.B. (2010): Data Pemboran Teknik Daerah Semarang (BM4), Badan Geologi-BGR, Bandung.

 

 

“Sistem Tanya Jawab Medis Semakin Akurat”

Oleh: Anggita Agustin dan Dasapta Erwin Irawan

Riset ini dilakukan oleh Wiwin Suwarningsih, mahasiswa program Doktor (S3) di Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Penelitian disertasi dilakukan di bawah bimbingan Prof.Dr. Ir. Iping Supriana S dan Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T, M.T pada tahun 2017 dengan judul Sistem Tanya Jawab Medis Berbasis Case Based Reasoning Menggunakan Semantic Role Labeling.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset ini sepenuhnya menjadi milik Wiwin Suwarningsih dan tim risetnya.

Sistem tanya jawab merupakan sistem yang menerima pertanyaan dan memberikan jawaban singkat dengan menggunakan bahasa alami. Sistem tanya jawab dapat membahas permasalahan yang luas, mulai dari kesehatan, olahraga, politik dan sebagainya. Dalam dunia medis, sistem tanya jawab ini sangat berguna untuk para dokter sebagai pendukung keputusan diagnosa dan penatalaksanaan medis pada pasien.

Continue reading ““Sistem Tanya Jawab Medis Semakin Akurat””

Hidrogeologi sebagai kriteria perencanaan wilayah

Media Release

Hidrogeologi sebagai kriteria perencanaan wilayah

Oleh: Dasapta Erwin Irawan

Riset ini dilakukan oleh Imam Priyono, mahasiswa program Doktor (S3) di Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung dengan judul: “Hidrogeologi sebagai kriteria penataan ruang yang berkelanjutan”. Riset dilakukan di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Bandung – Soreang, di bawah bimbingan Prof.Dr. Deny Juanda Puradimaja dan Prof.Ir. Iwan Kridasantausa, M.Sc., Ph.D.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset sepenuhnya milik Sdr. Imam Priyono dan tim promotor.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan pesan ke imam_hidro at yahoo dot com .

Continue reading “Hidrogeologi sebagai kriteria perencanaan wilayah”

Perlukah Memanen Air Hujan di Indonesia?

Media Release

Perlukah Memanen Air Hujan di Indonesia?

Oleh: Bimastyaji Surya Ramadan

Riset ini dilakukan oleh Imroatul Chalimah Juliana, mahasiswa program Doktor (S3) di Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dengan judul: “Model Pengelolaan Air Hujan Pada Skala Rumah Tangga dengan Konsep Rainwater Harvesting”. Disertasi beliau dilakukan di bawah bimbingan Prof. Syahril Badri Kusuma, Dr. M. Cahyono, dan Prof. Widjaja Martokusumo. Tim penyanggah dan reviewer dalam sidang adalah Arno Adi Kuntoro, PhD;  Hadi Kardhana, PhD dan M.Farid PhD serta Dr. Yadi Suryadi.  Abstrak disertasi beliau dapat dilihat di sini.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset sepenuhnya milik Sdri. Imroatul Chalimah Juliana dan tim promotor.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan pesan ke icjuliana76@gmail.com


Peningkatan kebutuhan air bersih yang berujung pada krisis di kota-kota besar di Indonesia merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Pendekatan dan solusi alternatif yang dapat ditawarkan pun bermacam-macam. Salah satunya adalah memanfaatkan tingginya intensitas air hujan di Indonesia. Air hujan di panen melalui suatu sistem sederhana yang biasa disebut Rainwater Harvesting (RWH).

Imroatul dalam disertasinya menjelaskan bahwa RWH dapat menjadi alternatif sumber air bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap air tanah maupun air PDAM. Meskipun begitu, penerapan RWH di Indonesia masih sangat kecil karena RWH dirasa tidak memberikan manfaat yang signifikan. Keberhasilan penerapan RWH skala rumah tangga bergantung pada kondisi fisik bangunan dan kemampuan finansial penghuninya untuk membangun sistem RWH. Dengan luas atap minimal 70 m2 dan lahan yang cukup luas untuk penampung air, penerapan sistem RWH akan berjalan efektif.

sumber gambar : klik disini

Imroatul menggunakan behavioral analysis dan konsep water balance untuk mensimulasikan beberapa skenario penggunaan RWH berdasarkan variasi kebutuhan air, kapasitas tangki, dan luas daerah tangkapan air. Algoritma yang digunakan adalah yield before spillagem dan kinerja sistem dinilai berdasarkan kinerja hidrologi dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menerapkan sistem RWH pada skala perumahan, curah hujan efektifnya adalah diatas 2000 mm/tahun, dengan kapasitas tangki 5 m3 dan luas atap / daerah tangkapan air minimal 70 m2.  Kelemahan sistem RWH adalah ketidakpastian air hujan (kuantitas) dan kualitas air hujan yang hanya memenuhi standar kualitas air bersih. Dukungan dan tantangan dari pemangku kebijakan dan masyarakat akan mempermudah penerapan sistem RWH pada skala rumah tangga.


Imroatul dilahirkan di Solo, 11 Juli 1976, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Beliau mendapatkan gelar sarjana teknik di jurusan Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya, Palembang (1999) dan memperoleh gelar Magister Teknik pada program studi Magister Teknik Sipil ITB (2003). Beliau bekerja sebagai staff dosen di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sriwijaya, Palembang. Pada tahun 2006, penulis bergabung menjadi anggota Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia. Berikut publikasi yang telah beliau hasilkan selama menjalankan program S3 di ITB :

Imroatul C.J., Syahril B.K., Cahyono M., Widjaja M. 2017. Performance of rainwater harvesting system based on roof catchment area and storage tank capacity. Matec Web of Conference, 101, 05014.

Imroatul C.J., Syahril B.K., Cahyono M., Widjaja M. 2014. Analisa Potensi Curah Hujan untuk Penerapan Sistem Rainwater Harvesting di Kota Palembang. Seminar Nasional Teknik Sipil X 2014. ISBN: 978-979-99327-9-2.

Link publikasi yang lain: klik disini

Mengukur Kemampuan Pembiayaan Pemeliharaan Jalan di Indonesia

Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung

Media Release

Mengukur Kemampuan Pembiayaan Pemeliharaan Jalan di Indonesia

Oleh: Bimastyaji Surya Ramadan

Riset ini dilakukan oleh Tiopan Henry Manto Gultom, mahasiswa program Doktor (S3) di Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dengan judul: “Model Pembiayaan Pemeliharaan Jalan dari Earmarked Tax di Indonesia (Studi Kasus : Pulau Bali)”. Disertasi beliau dilakukan di bawah bimbingan Prof. Ofyar Z Tamin, Prof. Ade Sjafruddin, dan Prof. Pradono. Tim penyanggah dan reviewer dalam sidang adalah Sony Sulaksono Wibowo PhD, Rudi Hermawan Karsaman PhD dan Max Antameng PhD.  Abstrak disertasi beliau dapat dilihat di sini.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset sepenuhnya milik Sdr. Tiopan Henry Manto Gultom dan tim promotor.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan pesan ke tiopanhmg@gmail.com


Tahukah anda dari mana asalnya sumber dana pemeliharaan jalan di Indonesia? apakah hanya dari APBD / APBN saja? atau ada sumber dana lain yang mendukungnya? Menurut Tiopan, earmarked tax dapat digunakan sebagai sumber dana pemeliharaan jalan.  Earmarked tax adalah pajak yang penerimaannya sudah jelas diperuntukkan untuk hal-hal tertentu. Di beberapa negara, pajak khusus ini sudah diterapkan sebagai sumber pendapatan khusus untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan baru. Negara Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dimana pengelolaan jalan diatur oleh pemerintahan pusat dan daerah. Di UU RI tahun 2009 pasal 29 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, disebutkan bahwa terdapat dana preservasi yang digunakan khusus untuk pemeliharaan, rehabilitas dan rekonstruksi jalan. Namun demikian, unit pengelola dana preservasi belum terealisasi hingga saat ini.

Tiopan dalam penelitiannya tentang model pemeliharaan jalan, berusaha untuk membuat sebuah model pembiayaan pemeliharaan jalan dari earmarked tax di Indonesia dengan mempertimbangkan karakteristik Negara Indonesia sebagai Negara Kepulauan serta berbagai regulasi yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Validasi model dilakukan dengan diskusi panel Focus Group Discussion. Meskipun studi dilakukan di Pulau Bali sebagai contoh kasusnya, model yang terbentuk dari hasil studi dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

Gambar 1. Model Terpilih untuk Pembiayaan Pemeliharaan Jalan (Tiopan dkk., 2015)

Model pembiayaan yang diusulkan, dapat dilihat pada gambar 1. Model pembiayaan pemeliharaan jalan dari earmarked tax di Indonesia paling tepat dikelola di level provinsi. Sumber dana yang dapat diambil adalah dari earmarked PBBKB, PKB dan PPnBM dimana mekanisme pengumpulannya dalah dengan menambahkan tarif hingga batas maksimal yang diatur dalam perundangan. Unit pengelola pemeliharaan jalan adalah Badan Layanan Umum Daerah yang melakukan tugas administrasi dan program pemeliharaan jalan nasional.  Dari model yang telah dibuat, earmarked tax belum mampu mencukupi kebutuhan dana pemeliharaan jalan sehingga perlu adanya dana perimbangan dari pemerintah pusat untuk menutupnya.

————————————————————————————————

Tiopan Henry Manto Gultom merupakan staf pengajar di Universitas Mulawarman. Beliau lahir pada tanggal 14 Desember 1972 di Medan, memperoleh gelar sarjana Teknik Sipil di UGM (1997), Magister Teknik Sipil di ITB (2002) dan Doktor Teknik Sipil di ITB (2017). Beliau telah menghasilkan beberapa publikasi terkait dengan disertasi ini diantaranya :

Gultom, T.H.M., Tamin O.Z., Sjafruddin A., Pradono (2015). Model Pembiayaan Pemeliharaan Jalan dari Earmarked Tax di Indonesia. The 18th FSTPT International Symposium, Unila, Bandar Lampung,August 28, 2015 .

Gultom, T.H.M., Tamin O.Z., Sjafruddin A., Pradono (2013). Funding and Financing Regional Road Maintenance in Indonesia. International Conference on Engineering of Tarumanegara.

Gultom, T.H.M., Tamin O.Z., Sjafruddin A., Pradono (2017). Study Of Road Maintenance Fund Needs Approach With Link Based And Network Based. ARRB Journal Australia (Submitted).

Memprediksi zona “drain hole” dengan metode “Fuzzy-Logic”

Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung

Media Release

Meramalkan potensi endapan emas dengan metoda baru

Oleh: Dasapta Erwin Irawan

Riset ini dilakukan oleh Noer Sulityarini, mahasiswa Program Magister (S2) Teknik Air Tanah, Institut Teknologi Bandung dengan judul: “Aplikasi pendekatan statistik dan spasial karakterisasi wilayah water intersection tambang terbuka. Penelitian tesis ini dilakukan di bawah bimbingan Dr. Lilik Eko Widodo. Sidang dipimpin oleh Dr. Dasapta Erwin Irawan.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset sepenuhnya milik Sdr. Noer Sulistyarini dan pembimbingnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan pesan ke noersulistyarini (@) gmail (.) com

Continue reading “Memprediksi zona “drain hole” dengan metode “Fuzzy-Logic””

Meramalkan potensi endapan emas dengan metoda baru

Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung

Media Release

Meramalkan potensi endapan emas dengan metoda baru

Oleh: Dasapta Erwin Irawan

 

Riset ini dilakukan oleh Harman Setyadi, mahasiswa program Doktor (S3) di Program Studi Rekayasa Pertambangan Institut Teknologi Bandung dengan judul: “Pengembangan model prospeksi endapan mineral berbasis logika fuzzy dan metode weight of evidence (WofE): Studi kasus endapan emas time high sulphidation epithermal (HSE)”. Penelitian disertasi dilakukan di bawah bimbingan Prof.Dr. Sudarto Notosiswoyo, Dr. Lilik Eko Widodo, dan Dr. G.A. Putri Saptawati. Sidang dipimpin oleh Prof.Dr. Satria Bijaksana dengan Tim Penyanggah Dr. Riantini Virtriana dan Dr. Mohamad Nur Heriawan.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset sepenuhnya milik Sdr. Harman Setyadi dan tim promotor.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan pesan ke harman.setyadi(@)yahoo(.)co(.)id.

Continue reading “Meramalkan potensi endapan emas dengan metoda baru”

Transfer of Knowledge dalam Joint Operation Jasa Konstruksi Lokal dan Asing

Transfer of Knowledge dalam Joint Operation Jasa Konstruksi Lokal dan Asing

Oleh: Bimastyaji Surya Ramadan

Riset ini dilakukan oleh Arman Jayady, Dosen Teknik Sipil, Politeknik Katolik Saint Paul Sorong, Papua Barat, dan disampaikan dalam sidang promosi Doktor Teknik Sipil ITB. Disertasi beliau berjudul Model Penilaian Keberhasilan Transfer of Knowledge pada Joint Operation antara perusahaan jasa konstruksi asing dan perusahaan jasa konstruksi lokal.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset ini sepenuhnya menjadi milik Arman Jayady dan tim risetnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan melayangkan surel ke link berikut.

————————————————————————————————

Continue reading “Transfer of Knowledge dalam Joint Operation Jasa Konstruksi Lokal dan Asing”